Aksi Demonstrasi Siswa SMA N 2 SALATIGA

Demokrasi, setiap warga negara berhak untuk menyuarakan aspirasinya, begitu pula yang terjadi di SMA Negeri 2 Salatiga. Senin, 15 Oktober 2012 siswa SMA Negeri 2 Salatiga menggelar aksi demo yang berlangsung di sekolah. Aksi demo ini menuntut penegakan kebijakan sekolah, bahwasannya sekolah mempunyai hak otonom. Hal ini terkait sanksi yang diberikan pada dua orang siswa yang melanggar aturan sekolah karena terlibat perkelahian sehingga kedua siswa tersebut harus dikeluarkan dari sekolah. Demo ini berlangsung dari pukul 07.00, dimana saat itu sekolah sedang melaksanakan ujian tengah semester sehingga ujian terpaksa di tunda untuk hari itu.

siswa berkumpul di lapangan

siswa berkumpul di lapangan

Beberapa siswa menuturkan bahwa terdapat ketidak adilan dalam kasus ini. Hal ini berawal dari kasus perkelahian siswa. Tata tertib di SMA Negri 2 sendiri menyatakan bahwa siswa yang terlibat dalam perkelahian akan mendapatkan sanksi yaitu di keluarkan dari sekolah karena dinilai dapat mencemarkan nama baik sekolah. Tetapi fakta yang terjadi hanya salah satu siswa yang terlibat perkelahian saja yang di keluarkan dari sekolah. Hal ini terjadi karena dalam kasus ini sekolah di tekan oleh salah satu pihak agar salah satu siswa yang terlibat perkelahian tersebut dapat kembali ke sekolah. Fakta yang ada antara pihak salah satu siswa yang terlibat perkelahian dan beberapa murid yang kami wawancarai sangatlah berbeda. Hal ini yang menuntut diadakannya demo oleh siswa SMA Negeri 2.

 

berkumpul untuk melihat Izroil

Demo berlangsung pada pukul 07.00. Para siswa menuntut di tegakkannya keadilan dan ketegasan pihak sekolah dalam menjalankan kebijakan sebagaimana mestinya. Para siswa menuntut turun ke jalan dan mendesak kepala sekolah menuju ke kantor pemerintah kota salatiga untuk menyampaikan aspirasi para siswa. Tetapi hal ini dapat dikendalikan oleh pihak kepolisian dan aparat TNI yang berjaga  dilapangan. Akhirnya terjadi negosiasi antara pihak sekolah, kepolisian, TNI dan perwakilan siswa. Dalam negosiasi ini menghasilkan beberapa tuntutan. Hasil tuntutan tersebut di bacakan oleh ketua OSIS di depan para siswa SMA Negeri 2 Salatiga. “Yang pertama, tata tertib harus dijalankan khususnya dalam hal perkelahian. Kedua, Sekolah mempunyai hak otonomi, tidak harus manut yang atas. Ketiga, Izroil harus tetap keluar. Keempat, DPRD harus adil tidak memihak orang” begitu tutur ketua OSIS SMA Negeri 2 saat menyampaikan hasil rapat.

 

Hasil rapat tersebut dibawa ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga(Disdikpora) Salatiga untuk dirapatkan kembali. Selama berlangsung rapat di Disdikpora para siswa tetap menunggu di sekolah untuk mengetahui hasil rapat tersebut. “..Hasil dari tuntutan kami telah disetujui oleh pemerintah kota Salatiga bahwa siswa yang bernama Izroil tetap dikeluarkan dan sekolah sendiri tidak menginginkan ada campur tangan dari pihak luar karena setiap sekolah memiliki hak otonom..” Demikian Informasi yang dapat kami peroleh dari salah seorang siswa SMA Negeri 2 yang ikut mendengarkan hasil keputusan rapat . Saat dimintai keterangan , pihak kepala sekolah SMA N 2 Salatiga sudah menyerahkan kasus ini ke Disdikpora Salatiga. Namun saat dimintai keterangan terkait masalah ini,kepala Disdikpora Salatiga menyarankan untuk meminta informasi ke pihak sekolah karena dianggap lebih mengerti kasus ini.

Dengan adanya kasus ini, menjadikan pengalaman bagi SMA N 2 maupun bagi intstitusi pendidikan lainnya, bahwa setiap institusi pendidikan mempunyai hak otonom dan bebas dari intervensi pihak luar. Semoga kasus ini dapat memberikan wacana baru bagi institusi pendidikan di Salatiga. (WN)

Previous Enting - Enting Gepuk Arya Mas Salatiga
Next Video : Ekspresi Kekecewaan Siswa-Siswi SMA Negeri 2 Salatiga

You might also like

Berita 0 Comments

Sinergi Pembangunan Pasar Tradisional-Modern

Semangat sinergi program pembangunan daerah bagi masyarakat kecil telah tertuang dalam UU 32/2004. Asas otonomi dan tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran

Recital vocal “ANAMIMNESKO”

Recital vocal oleh Sherly Paulina Shouce Kbarek “ANAMIMNESKO” merupakan Tugas Akhir  sebagai salah satu syarat kelulusan dalam menempuh studi S-1 Musik. Sherly Paulina Shouce Kbarek adalah salah satu mahasiswa Universitas

Pendidikan 0 Comments

Peresmian kegiatan – SMK TARUNATAMA MEMBERDAYAKAN DAN MELATIH MASYARAKAT 2015/2016

Pada hari Sabtu, 3 Oktober 2015, pukul 10.00 WIB , bertempat di SMK Tarunatama, Dusun Jampelan, Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang telah dilaksakan Peresmian kegiatan “SMK TARUNATAMA MEMBERDAYAKAN DAN

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image