Drum Blek “Laskar Patimura” Salatiga

Drum blek. Sebuah kesenian musik dengan peralatan yang sangatlah sederhana, Tong, bambu serta kemasan kaleng ditabuh dengan iraman yang unik. Kesederhanaan drum blek itu  menarik perhatian bagi masyarakat kota Salatiga saat ini, sehingga banyak sekali orang yang ingin melihat drum blek dalam event karnaval dan selain itu juga sebagian daerah salatiga tertarik untuk membentuk komunitas drum blek.

Salah satu daerah di kota Salatiga ini yang telah membentuk komunitas drum blek adalah desa Turusan dengan nama drum blek “Laskar Patimura”. Laskar patimura berdiri sejak tahun2006 dengan pelopor bapak Sutiyoso yang saat itu beliau terinspirasi dari klotekan remaja pada saat merayakan bulan Ramadhan. Dengan dapat dikumpulkannya remaja serta anak-anak di RW 7 kampung Turusan  oleh bapak Sutiyoso tebentuklah grup drumblek Laskar Patimura ini dengan visi misi menanggulangi kenalan remaja dan mempersatukan masyarakat Turusan. Dengan antusiasnya warga Turusan terhadap kegiatan drum blek  membuat personil Laskar Patimura mencapai 75 orang. Drum blek laskar Patimura yang dilatih oleh bapak Dodo setiap hari sabtu ini telah memberikan prestasi bagi desa Turusan sendiri, sering kali drumblek laskar Patimura mengikuti event karnaval di salatiga dan juga telah menjalin kerjasama dengan BRI dalam kegiatan pesta rakyat. Keaktifan laskar Patimura ini mereka berharap dapat menggabungkan drum blek yang ada di sepanjang jalan patimura dan selanjutnya mempersatukan komunitas drum blek sekota Salatiga. (WN)

 

 

 

 

 

 

 

 

Previous Hancurnya Rumah Tinggal dr Muwardi
Next Desa Wisata Tingkir Lor

You might also like

Seni dan Budaya 0 Comments

Sejarah Baru Drumblek Salatiga

Bagi banyak orang yang tinggal di luar kota Salatiga mungkin masih asing jika mendengar kata “drumblek”, karena kata ini memang tidak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun “drumblek”

Performing Art Annual Award – “Moment To Remember” – FSP UKSW

Fakultas Seni Pertunjukan UKSW menyelenggarakan event seni Performing Art Annual Award “Moment To Remember”, Live from BU UKSW pada hari Jumat, 6 Juni 2014 pukul 18.30 WIB. Guest Star :

Seni dan Budaya 0 Comments

Lomba Menggambar – Festival Mata Air 5

Lomba Menggambar Festival Mata Air (FMA) 5 Presented by Komunitas TUK (Tanam Untuk Kehidupan) Persyaratan Lomba Menggambar – Festival Mata Air 5 Karya dengan tema linkungan Media yang digunakan kertas

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image