Eksistensi “Divisi Tiang Salatiga” – Komunitas Skateboard Salatiga

 

Berbicara mengenai komunitas yang ada di Salatiga banyak sekali komunitas yang bermunculan tiap tahunnya, namun cukup banyak juga yang tidak bertahan lama karena berbagai macam alasan. Dalam artikel ini kita akan mengulas salah satu komunitas di Salatiga yang cukup tangguh dalam mempertahankan eksistensinya dalam perebutan ruang kota, karena sudah lebih dari 10 tahun komunitas ini berdiri dan tetap aktif berkarya di Kota Salatiga.

Komunitas tersebut adalah “Divisi tiang Salatiga / DTS”, merupakan sebuah komunitas skateboard yang memiliki lebih dari 30 anggota yang sering berganti-ganti karena anggota mereka datang dan pergi tidak terkekang oleh susunan organisasi.

Ditemui di kedai Yala di ujung barat selasar Kartini oleh tim redaksi Kotasalatiga.com, beberapa pentolan DTS sedang berkumpul diantaranya Sulistyono, Dimas Asmoro, Kurnia bagus Jatmiko, dan bagus Kurniawan.

Dari hasil bincang-bincang bersama mereka, banyak sekali fakta-fakta menarik yang mereka ungkapkan selama komunitas tersebut berdiri. Ternyata DTS ini merupakan hasil gabungan beberapa komunitas skateboard di Salatiga yang dulunya memiliki arena bermain yang berbeda-beda.

 

DTS – Divisi Tiang Salatiga

Jika menelusuri sejarah berkembangnya komunitas ini, Bagus Kurniawan adalah salah satu pemuda yang mengawali permainan papan luncur ini di Salatiga pada tahun 2001. Ia menggunakan lapangan voli di daerah merdeka utara Salatiga bersama beberapa temannya sebagai arena bermain mereka.
Kemudian pada tahun 2004 Bagus bertemu dengan Jatmiko dan beberapa skater lainnya di lapangan pancasila (parkir mobil depan ruko polres saat ini), area tersebut merupakan salah satu lokasi favorit bagi para skater untuk memainkan papan luncurnya karena daerahnya beraspal halus dan juga lokasinya sangat strategis.

Pada saat itulah karena semakin banyak penggemar olah raga skateboard yang bermain di pancasila, maka Jatmiko dan beberapa teman lainnya berinisiatif membentuk sebuah komunitas yang diberi nama “Divisi Tiang Salatiga”, inilah cikal bakal berdirinya komunitas tersebut.

divisi-tiang-salatiga

Setelah berdirinya komunitas ini ternyata di tahun-tahun berikutnya mereka harus menghadapi berbagai macam tantangan, ada beberapa orang yang tidak senang dengan kegiatan mereka karena dianggap mengganggu kenyamanan di ruang publik.

Pada kurun waktu 2004 hingga 2006 saja, mereka sudah berpindah tempat bermain berkali-kali. Dimulai dari pancasila, kridanggo (depan gor basket), kridanggo (lap tenis outdoor), dan depan SMP N 1 Salatiga. Bahkan peralatan skate mereka seperti tiang dan perlengkapan lainnya beberapa kali dibuang ke selokan oleh orang-orang yang tidak dikenal dan pada skitar tahun 2006 peralatan mereka pernah dibakar di depan SMP N 1 Salatiga yang juga tidak diketahui siapa pelakunya.

Peristiwa-peristiwa tersebut ternyata tidak dapat membendung aktifitas mereka sebagai sebuah komunitas. Bahkan pada tahun 2008 Sulis si pemilik kedai Yala dan juga merupakan pentolan DTS ini mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditangkap aparat bersama teman-temannya karena bermain skate di area pancasila.

Saat itu ia dan teman-temannya digiring ke polres Salatiga untuk dimintai keterangan dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak bermain skate lagi di pancasila, bahkan mereka juga mendapat sedikit hukuman dengan dijemur di bawah sinar matahari oleh pihak kepolisian. Namun menariknya 2 bulan setelah peristiwa tersebut Sulis dan teman-temannya diminta meramaikan acara car free day oleh Polres Salatiga yang juga diadakan di sekitar lapangan Pancasila. Hehehe…

Event lokal yang diikuti oleh DTS pertama kali di tahun 2005 yaitu peringatan Hari Jadi kota Salatiga yang ke 1255, dan di tahun yang sama mereka mengikuti event perlombaan di Yogyakarta sebagai pengalaman pertama mereka dalam berkompetisi.

Pada tahun 2008 DTS menyelenggarakan kompetisi nasional skateboard yang pertama. Even ini dilaksanakan di lapangan tenis ngawen, Salatiga. Mereka menggunakan biaya dari sponsor dan hasil iuran anggota untuk men-support kegiatan tersebut.

 

Merawat Fasilitas Umum

Berbicara tentang pembangunan, ada peran yang dimainkan DTS dalam menjaga dan mengenalkan kotanya kepada masyarakat luas. Pada tahun 2013 ketika selesai dibangunnya fasilitas umum “Selasar Kartini” terdapat ruang di belakang selasar yang tidak bisa terpantau secara langsung karena area tersebut tertutup oleh bangunan bagian depan selasar.

DTS - Selasar kartini

Area tersebut sering kali dipakai anak-anak muda untuk mojok dan bermain “api” bersama pasangannya hehehe..bahkan tidak jarang adanya pencurian ubin selasar dan fasilitas lainnya yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab saat itu. Keberadaan DTS yang mulai aktif untuk menggunakan selasar tiap harinya sebagai area bermain mereka telah mengurangi kegiatan-kegiatan negatif yang tersebut di atas.

Pada tahun 2013 ini jugalah DTS mengadakan event nasional kedua yang dikenal dengan SALATIGA GO SKATEBOARDING DAY yang mendatangkan skater-skater dari berbagai kota. Bahkan sejak tahun itu DTS berinisiatif mengadakan kegiatan perawatan selasar yang dilakukan rutin setahun sekali, tepatnya seminggu sebelum berlangsungnya even SALATIGA GO SKATEBOARDING DAY. Hal yang dilakukan dalam kegiatan perawatan selasar ini antara lain penggantian dan penambahan ubin yang hilang atau rusak dengan jenis ubin yang sama, dan pengecatan tembok selasar.

Mereka menggunakan biaya swadaya mereka sendiri untuk melakukan kegiatan ini. Hal ini telah dilakukan secara rutin selama 3 tahun sejak event tersebut berlangsung. Kegiatan yang mereka lakukan ternyata cukup jitu untuk mengenalkan kota Salatiga di kalangan skater-skater di Indonesia karena dalam event SALATIGA GO SKATEBOARDING DAY tersebut mereka juga menyisipkan kegiatan-kegiatan sosial seperti Bersih-bersih kota, membagikan makanan pada orang-orang yang membutuhkan, dan juga kegiatan sosial di panti asuhan.

Ketika kami dari tim redaksi kotasalatiga.com mencoba bertanya terkait kemauan mereka untuk melakukan kegiatan perawatan selasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah kota untuk merawatnya, Dimas Asmoro sebagai anggota DTS berkomentar bahwa jika mereka menunggu pemerintah untuk memperbaikinya pasti akan membutuhkan proses yang lama dan memang dalam hal ini dibutuhkan inisiatif dan peran aktif dari masyarakat untuk melakukannya. Terkait dengan pertanyaan yang sama Sulis menambahkan bahwa mereka (DTS) menggunakan fasilitas tersebut maka mereka juga bertanggung jawab untuk merawatnya dan menjaganya.

Itulah sekilas ulasan mengenai komunitas Divisi Tiang Salatiga yang memberikan gambaran kepada kita mengenai realitas kota Salatiga saat ini. Salatiga sangat membutuhkan ruang berekspresi untuk anak-anak mudanya.

Hal ini seharusnya menjadi koreksi dan masukan bagi pemerintah untuk dapat memfasilitasi kegiatan mereka dengan membangun ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas untuk memfasilitasi beragam komunitas yang ada di Salatiga. Karena faktanya banyak sekali komunitas-komunitas muda di Salatiga yang menggunakan ruang publik untuk berkegiatan, dan komunitas skateboard ini hanyalah salah satunya.

Dan satu hal lagi yang bisa kita pelajari dari komunitas DTS ini adalah peran aktif kita sangat dibutuhkan untuk merawat, menjaga, dan membangun kota Salatiga. (Marco)

Previous SEGITIGA – Komunitas Unik Untuk Para Pecinta dan Penikmat Gitar
Next Hampra Fest.2017

You might also like

Artikel 0 Comments

Membongkar Konspirasi Perayaan 4 Abad VOC dan Peringatan Kolonial Sentiling (Bag 1)

Tahun 2002, pada sepanjang tahun tersebut, Belanda memperingati dan merayakan “4 Abad VOC” dengan berbagai event di seluruh negeri itu. Belasan tahun kemudian, bertepatan usia satu abad peristiwa Koloniale Tentoonstelling

Artikel 0 Comments

Sinergi Pembangunan Pasar Tradisional-Modern

Semangat sinergi program pembangunan daerah bagi masyarakat kecil telah tertuang dalam UU 32/2004. Asas otonomi dan tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran

Artikel 0 Comments

10 Alasan Kenapa Kota Salatiga menjadi Kota Idaman

Kota Salatiga, kota dengan seribu pesona. Apa yang pertama kali muncul dibenak anda ketika mendengar nama Kota Salatiga? Pasti banyak yang nyeletuk dan bilang “Kenapa ga salah empat atau lima?”

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image