GIBAR (Gitaran Bareng) – Komunitas SEGITIGA

GIBAR (Gitaran Bareng) #1, #2 dan #3

GIBAR merupakan salah satu acara rutin SEGITIGA dengan skala yang relatif kecil.

Mulanya di GIBAR pertama dan kedua sangatlah sederhana. Mereka yang berkumpul setiap hari Selasa malam di BIG Musik Studio yang terletak Jl. Merbabu 21, Salatiga melakukan kegiatan gitaran bareng menggunakan ampli sederhana.

Beberapa dari mereka yang berkumpul secara spontan bermain gitar bersama tanpa ada latihan terlebih dahulu atau biasa disebut dengan “jamming”, gitaran ini dilakukan secara bergantian.

GIBAR ketiga, keempat dan kelima terlihat dikemas lebih terkonsep dan target penikmat diperluas daripada yang pertama dan kedua. Lokasi masih di Studio Musik BIG, tetapi menggunakan lahan parkir studio sehingga publik juga bisa menikmati.

Konsep acara yang dihadirkan kali ini menampilkan 3 gitaris sebagai pengisi dengan menggunakan rig pedal masing-masing. Sound yang digunakan masih sederhana tetapi lebih daripada GIBAR sebelumnya yaitu menggunakan ampli gitar combo dan sound out.

GIBAR ketiga, keempat dan kelima diisi oleh para gitaris Salatiga antara lain : Viant Panji, Rahan Andrez, Noeg, Yudho Kartodinoto, Yesaya, Febri, Doyok Dice, Drajat, Sandy, Edo Cahyadi, Bhayu Saputra, dan Danny.

GIBAR #6

GIBAR #6 mengusung konsep yang lebih segar, bekerjasama dengan Cafe Ole sebagai penyedia tempat. SEGITIGA sengaja mengelarnya di café sebagai tempat publik, dengan maksud agar SEGITIGA lebih dikenal oleh khalayak ramai.

GIBAR #6 diselenggarakan pada tanggal 25 November 2016 dengan kondisi hujan sejak siang hari menemani SEGITIGA menyiapkan panggung hingga cek sound. Kondisi ini tidak mengendorkan semangat SEGITIGA untuk tetap berusaha menyajikan GIBAR #6 ini sebagai sebuah acara yang menarik. Pada akhirnya acara berlangsung lancer dan sukses.

Acara dimulai pukul 19:00 WIB. Lagu Satu Nusa Satu Bangsa menjadi pembuka acara GIBAR #6, Yafet Nugroho dan Eric Setiawan mewakili SEGITIGA memainkan lagu tersebut dengan konsep duet.

Dilanjutkan Kurniawan (Noeswella) laki-laki bertubuh atletis ini biasanya membantu mendokumentasi di SEGITIGA namun kali ini Kurniawan ikut menunjukan kepiawaiannya dengan membawakan dua lagu, salah satunya adalah Surrender karya Andra and The Backbone.

Kemudian Triwoko Gitaris Cyberkids membawakan 2 buah lagu dengan kesan bluesy and rock n roll pada penampilannya malam ini. Lutfianto Dika gitaris band Mirror dan menjadi gitaris reguler café di Salatiga, sekaligus ketua SEGITIGA membawakan lagu Always with me always with you (Joe Satriani) dan Lose with you (John Petrucci).

Raprika Bangkit, Sambilalu mengusung suasana etnis menggunakan gitar Kalimantan atau yang sering disebut dengan “Sape” dibantu oleh Pak Menk sebagai pengiring menggunakan “Sipek” yaitu perpaduan antara siter dan sape sebagai hasil eksplorasi alat music yang dibuatnya sendiri dengan menggunakan 17 senar dan Fanty Anna sebagai vokalis.

Sebuah komposisi bejudul “Harmoniku Harmonimu”. Gitar tradisional Kalimantan itu di bertaut dengan suara siter dan Sinden jawa menjadi suguhan eksplorasi kedalam nuansa etnik.“Konsep karya ini adalah memadukan dua skala tangga nada pentatonik Jawa dan Kalimantan dengan diperkuat vocal sinden dan saya tetap menggunakan gitar asli Indonesia”, kata Raprika Bangkit.

Setelahnya Slamet “cowek” Widodo yang mengawali karir musik di awal 90-an, cukup senior di antara gitaris yang tampil pada GIBAR #6. Schizo adalah salah satu band Trash Metal asal Salatiga yang pernah di gawanginya. Saat ini “Cowek” tergabung dalam band Sunshine dan menjadi gitaris dalam band ini. Electric Gipsy (Andy Timmons) dan satu nomer backing track bergenre rock adalah pilihan Slamet “Cowek” Widodo malam ini, membuat suasana semakin hangat.

Dilanjutkan Yafet Nugroho gitaris dari RWL dan pemilik Studio Rekaman “Listen Studio” menghadirkan 2 lagu berjudul Tokyo Trip (Jack Thamarat) dan satu lagu gubahannya berjudul Rocking Joy yang bernuansa rock progresif. Tone gitar dan sounding yang dihasilkan gitaris ini sangat menyengat malam itu.

Penampil terakhir adalah Gitaris dari Langensuko dan Revive. Eric Setiawan yang juga seorang additional player untuk beberapa band sekaligus pemilik BIG Musik Studio Salatiga membawakan Hand of Heart (Steve Vai) dan Dave’s Gone Skiing (Toto).

Dua buah lagu yang dibawakan Eric Setiawan dengan genre hard rock tersebut sangat menghipnotis pengunjung. Pengemar Nuno Bettencourt (Extreme) dan Stephen Lukether (Toto) ini juga menjadi suguhan pamungkas pada acara inti di GIBAR #6 kali ini.

gibar-6-segitiga-3

Setelahnya sesi jamming, Doyok Dice, Febri, Purnomo, Viant Panji, Bhayu Saputra, Poppie dan beberapa pengisi acara menjadi penutup GIBAR #6.

Wujud sebuah eksistensi dari SEGITIGA sebagai sebuah komunitas seni di Salatiga rasanya cukup tersampaikan lewat GIBAR #6.  Pengisi acara yang memiliki latar belakang bermusik berbeda, dari blues, rock n roll, hard rock sampai etnis pun menjadi satu di GIBAR #6 ditambah dengan kemampuan memaksimalkan perlengkapan yang sebenarnya sangat sederhana menjadi sebuah suguhan yang apik adalah nilai lebih dari acara ini. (setopriatmoko)

Foto : Dokumentasi pribadi dan SEGITIGA

Previous Jual tanah kavling - Blotongan, Salatiga
Next Sabda Bercinta

You might also like

SASI KIRANA “ASMARADANA”

SASI KIRANA merupakan sebuah komunitas yang rutin mengadakan kegiatan pada setiap tanggal 15 menurut penanggalan kalender Jawa. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah diskusi tentang tembang macapat (sastra jawa yang dinyanyikan

JazzRock Guitar Clinic with Alit Sinyo – Serikat Gitaris Salatiga

SEGITIGA (Serikat Gitaris Salatiga) present JazzRock Guitar Clinic with Alit Sinyo. @Yege Steak kebon – 29 April 2016, start 18.30 – selesai  

SOEWE ORA DJAMOE

Fiskom UKSW mempersembahkan acara talkshow, pameran dan demonstrasi jamu tradisional dengan tema “SOEWE ORA DJAMOE”. Jamu merupakan salah satu obat tradisional yang mulai di tinggalkan. Alangkah baiknya kita sebagai pewaris

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image