Hari ini, 66 Tahun Yang Lalu Kapolri Hoegeng Ditahan Di Kota Salatiga

Di Indonesia hanya ada 3 Polisi jujur, yaitu Polisi tidur, Patung Polisi, dan Hoegeng.

Begitu kalimat yang diungkapkan oleh almarhum Gus Dur untuk menggambarkan bagaimana keadaan Polisi-polisi saat ini hingga hanya terdapat 3 polisi jujur saja menurut Gus Dur.

Hoegeng lebih dikenal sebagai Kapolri daripada jabatan lain yang diemban selama hidupnya, ia menjabat sebagai Kapolri pada periode 1968 hingga 1971. Hoegeng lahir di Pekalongan 14 Oktober 1921, yang dibesarkan dalam keluarga yang memegang teguh nilai kejujuran, ayahnya Sukario Hatmodjo bekerja sebagai kepala kejaksaan di Pekalongan yang terkenal kejujuran dan profesionalitasnya di kalangan masyarakat.

jendral-hoegeng

Setelah lulus PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) tahun 1952 Hoegeng menjabat sebagai kepala reskrim di Medan yang terkenal dengan daerah penyelundupan barang-barang dari luar negeri. Dalam tugasnya tersebut sebelum dapat rumah dinas Hoegeng telah disediakan fasilitas berupa rumah pribadi yang dilengkapi dengan berbagai macam perabotan dan mobil oleh cukong-cukong perjudian di Medan, namun Hoegeng menolaknya dan memilih tinggal di hotel selama belum mendapatkan rumah dinas.

Setelah Hoegeng mendapatkan rumah dinas di Medan, ternyata cukong-cukong itu juga telah memenuhi rumah dinas Hoegeng dengan berbagai macam perabotan. Hoegeng mengetahui hal itu, kemudian Hoegeng mengultimatum jika dia tidak akan pernah masuk rumah dinas sebelum perabotan- perabotan yang ada di dalam rumah dinas dikeluarkan kecuali perabotan-perabotan inventaris. Pada akhirnya perabotan-perabotan tersebut dikeluarkan oleh ajudan Hoegeng dan ditaruh di pinggir jalan. Ketegasan Hoegeng tidak berhenti sampai disitu, pada tahun 1968 setelah diangkat menjadi Kapolri, Hoegeng membongkar kasus penyelundupan mobil- mobil mewah yang dilakukan oleh Robby Tjahjadi salah satu pengusaha yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga Cendana atau keluarga Presiden Soeharto. Kasus ini membawa Robby Tjahjadi ke meja hijau hingga dirinya dijatuhi hukuman. Totalitasnya dalam menegakkan hukum tersebut menyebabkan Hoegeng diberhentikan oleh Presiden Soeharto walaupun masa jabatannya sebetulnya belum berakhir.

Itulah beberapa kisah ketegasan Hoegeng dalam menegakkan hukum, namun semuanya itu berakar pada keteguhan jiwa nasionalisme Hoegeng sebagai bangsa Indonesia yang benar-benar tulus berkarya untuk bangsa dan negaranya. Peristiwa penahanan Hoegeng di Salatiga berawal dari pasca perundingan Roem-royen setelah kemerdekaan ketika pecahnya agresi militer Belanda II, Saat itu Hoegeng bertugas sebagai pasukan intelijen RI. Karena kondisi kota Yogyakarta yang sudah cukup tenang Hoegeng berniat merayakan ulang tahun istrinya Merry secara sederhana yang jatuh pada 23 Juni 1949.

Perayaan pesta berlangsung meriah yang diadakan pada sore hari di kediaman Hoegeng di Yogyakarta, namun pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB kediaman Hoegeng tiba-tiba didatangi satu regu pasukan gabungan MP (Polisi Militer) dan satuan keamanan IVG (Inclichtingen Veiligheids Groep/ badan penyelidik pemerintah militer Belanda yang bertugas menyelesaikan penyaringan paling akhir terhadap para tawanan yang berjuang untuk Indonesia). Hoegeng dibawa malam itu juga ke markas IVG, yang menempati salah satu bagian gedung kantor kepolisian di Ngupasan, di belakang istana presiden di Yogyakarta. Sepenglihatan Hoegeng banyak juga orang Indonesia yang ditangkap di sel tersebut, mereka berdesakan di dalam sel dan kepala mereka digunduli. Dalam tahanan tersebut Hoegeng diperlakukan lebih istimewa dari tahanan lainnya, kepalanya tidak digunduli dan ditemptkan dalam ruangan sendiri, keluarga Hoegeng juga boleh menengok saat dilakukan penahanan. Hoegeng beranggapan bahwa dirinya lebih semacam tahanan politik yang tingkatnya lebih berbahaya dari tahanan biasa.

 

Bersambung ke halaman 2

Pages: 1 2

Previous SALATIGA HOW ART YOU?
Next Info Stock Darah PMI Kota Salatiga

You might also like

Artikel 0 Comments

DRUMBLEK Salah Satu Aset Kesenian Kota SALATIGA

Para penabuh dengan beberapa atribut khasnya, memainkan musik dengan media tong bekas. Mereka memainkan musik secara berkelompok dengan berbaris layaknya sebuah kelompok Marching Band. Kita bisa menjumpai musik ini di

Sejarah 1Comments

1.265 Tahun Hidupnya Toleransi Antar Umat Beragama di Kota Salatiga

Saat ini konflik dan ketegangan hubungan antar umat beragama sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia baik secara lisan maupun dalam media sosial, yang baru- baru ini terjadi adalah peristiwa di

Artikel 0 Comments

Idul Fitri di Tengah Gelombang Revolusi

TIGA pekan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Sukarno mendengar desas-desus keberadaan Tan Malaka di Jakarta. Sebagai pemimpin politik yang telah diangkat menjadi presiden, dia ingin sekali bertemu dengan tokoh pergerakan legendaris

1 Comment

  1. Kreatif Web
    July 08, 09:15 Reply
    Memang sekarang susah cari polisi yang jujur. Berikut pengalaman penulis dalam mengurus perpanjangan SIM di Kota Salatiga. Masa berlaku SIM A dan C sudah hampir habis, daripada uang dikasih ke Calo penulis mencoba untuk mengurus perpanjangan SIM sendiri. Kebetulan lokasi ada di Kota Salatiga. Berbekal informasi dari internet mengenai biaya SIM sesuai Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2010 berangkatlah penulis menuju Satlantas kota Salatiga tercinta. FYI berikut ini PP No 50, 2010 perihal biaya SIM: 1. SIM A: Baru (120rb), Perpanjangan (80rb) 2. SIM B1: Baru (120rb), Perpanjangan (80rb) 3. SIM B2: Baru (120rb), Perpanjangan (80rb) 4. SIM C: Baru (100rb), Perpanjangan (75rb) Selengkapnya bisa baca PP diatas di internet banyak. Beginilah tahapan yang dilalui penulis saat mengurus perpanjangan SIM sendiri. 1. Pengisian Formulir Siapkan fotokopi KTP dan SIM setidaknya 5 lembar (lebih baik sisa daripada kurang malah bolak balik, KTP & SIM jadikan satu halaman aja pas di fotokopi). Ambil formulir di loket pendaftaran lalu isi data sesuai dengan KTP dan SIM. 2. Cek Kesehatan & Sidik Jari Bawa berkas perpanjangan (formulir, fotokopi KTP & SIM) menuju ke ruang untuk cek kesehatan. Disini yang dicek kesehatan nya simpel banget. Cuma di tensi aja, trus ditanya tingginya berapa, golongan darah apa, berat badan berapa, klo lupa berat badannya baru disuruh timbang badan. Habis itu di tes buta warna baca kumpulan warna acak yang membentuk angka, lalu suruh sebutin angkanya. Setelah selesai dapat kertas hasil cek kesehatan langsung di streples sama petugas nya jadi satu dengan berkas perpanjangan. Habis itu munculah kalimat yang agak aneh menurut saya "mriki selangkung mas" (bahasa jawa) yang artinya "disini dua puluh lima mas" maksudnya 25rb. Ok, bayar 25rb uang masuk laci tidak ada kwitansi. Lalu bergeser ke meja sidik jari, ditanya basa basi ambil sidik jari jempol kanan kiri, lalu kalimat senada muncul "mriki gangsal ewu mas" yang artinya "disini lima ribu mas". Lagi-lagi uang masuk laci tidak ada kwitansi. 3. Bayar Biaya SIM Setelah proses cek kesehatan dan sidik jari, selanjutnya menuju loket pembayaran untuk membayar biaya resmi SIM. Petugas hanya memeriksa berkas sebentar lalu menyebutkan nominal sesuai biaya resmi yaitu 155rb untuk perpanjangan SIM A dan SIM C. Selanjutnya berkas yang sudah disertai bukti pembayaran diserahkan kembali ke loket pendaftaran lalu mendapat nomor antri untuk pengambilan photo SIM. 4. Pengambilan Photo SIM Tidak ada yang istimewa hanya duduk di ruang tunggu menunggu dipanggil nomornya. Setelah tiba nomor dipanggil masuk ke ruang photo, ambil sidik jari jempol kanan kiri, tanda tangan, ambil photo, selesai silahkan tunggu kembali di depan loket penyerahan SIM. 5. Penyerahan SIM Tadinya penulis berpikir setelah pas photo semua sudah beres tinggal terima SIM selesai. Tapi....tidak terlalu lama muncul petugas dengan membawa beberapa SIM yang sudah jadi lalu dipanggil nama pemegang SIM satu persatu hingga tiba nama penulis dipanggil, "ini pak SIM nya....." dan selanjutnya munculah kalimat pembukaan yang seperti nya menjadi "trade mark" di sini yaitu "mriki gangsal ewu mas" hampir tertawa mendengarnya, lagi-lagi hanya penyerahan SIM juga ada biaya 5rb. Itulah keseluruhan proses perpanjangan SIM yang sebenarnya sangat simpel dan tidak perlu menggunakan jasa Calo. Meski masih ada beberapa kata "mriki...." diluar biaya resmi tetapi tetap lebih murah dibanding jika menggunakan jasa Calo. Ketika ambil motor untuk pulang ada Calo yang merangkap jadi tukang parkir, tapi rupanya dia tidak menarik uang parkir ke semua orang karena memang sebenarnya parkir gratis, untungnya dia tidak menggunakan trade mark nya petugas SIM "mriki....." :=)) Semoga bermanfaat.

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image