Mantan Ketua Senat Mahasiswa UKSW Tolak Mall baru

Baru-baru ini dunia pendidikan salatiga Khususnya Pendidikan Tinggi dibuat gerah dengan rencana pengembang untuk membangun Mall di lahan Ex KODIM 0714/Salatiga. Pasalnya, MALL tersebut akan berdiri diatas lahan yang berdekatan dengan dua kampus di Salatiga yaitu Universitas Kristen Satya Wacana dan STIE AMA serta berada di kawasan perkantoran dan pendidikan.

Mantan Ketua Senat Mahasiswa UKSW periode 2009-2010, Andre Sutantyo, S.Si, MH., yang dimintai keterangan menyatakan bahwa, rencana pembangunan MALL tersebut telah muncul sejak tahun 2010. Pada waktu itu, Bangunan Ex KODIM 0714 yang merupakan Benda Cagar Budaya golongan I masih berdiri kokoh. Namun dalam waktu singkat di”gempur” oleh pemiliknya, sehingga menimbulkan penolakan masyarakat yang tergabung dalam gerakan penolakan atas pembongkaran Ex KODIM 0714. Gerakan Tolak Bongkar EX KODIM ini sempat melakukan audiensi kepada walikota John Manoppo untuk menghentikan upaya perusakan terhadap Benda Cagar Budaya tersebut.

Lebih lanjut Andre Sutantyo menerangkan bahwa pada waktu itu upaya penyelidikan telah dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng dan dengan sah dikatakan bahwa Bangunan Ex KODIM merupakan BCB Golongan I (setara dengan kantor dinas walikota Salatiga) yang harus dilindungi, bahkan usaha terhadap perusakan dapat ditindak secara hukum. Meski demikian kasus itu seperti asap yang menghambur tanpa bekas, dan tak pernah diketahui bagaimana kelanjutannya.

Kini, 2 tahun berlalu sejak upaya demonstrasi yang dilakukan gabungan mahasiswa UKSW dengan beberapa elemen masyarakat untuk menolak Pembangunan MALL tersebut. Dalam era pemerintahan Walikota baru Yulianto SE., MM., upaya pengembang untuk memuluskan rencana pembangunan MALL kembali digulirkan, akankah ada upaya dari elemen masyarakat khususnya mahasiswa untuk mencegah atau justru bersepakat dengan rencana tersebut? Semoga Pemerintah dapat menyikapi dinamika pembangunan dengan segala baik buruknya dengan bijaksana serta menjadikan Salatiga yang kini mulai dicibir dengan sebutan Kota “Seribu Ruko” dapat ditepis oleh Pemerintah. (Red)

Previous Mempertahankan Jati Diri dan Identitas Kota Salatiga
Next DRUMBLEK Salah Satu Aset Kesenian Kota SALATIGA

You might also like

Komunitas 0 Comments

Eksistensi “Divisi Tiang Salatiga” – Komunitas Skateboard Salatiga

  Berbicara mengenai komunitas yang ada di Salatiga banyak sekali komunitas yang bermunculan tiap tahunnya, namun cukup banyak juga yang tidak bertahan lama karena berbagai macam alasan. Dalam artikel ini

Seni dan Budaya 0 Comments

Sejarah Baru Drumblek Salatiga

Bagi banyak orang yang tinggal di luar kota Salatiga mungkin masih asing jika mendengar kata “drumblek”, karena kata ini memang tidak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun “drumblek”

Sinergi Pembangunan Pasar Tradisional-Modern

Semangat sinergi program pembangunan daerah bagi masyarakat kecil telah tertuang dalam UU 32/2004. Asas otonomi dan tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran

1 Comment

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image