Pahlawan asal Salatiga, Penyambung Lidah Bung Karno. Siapakah dia?

"Jika ada istilah bahwa Bung Karno adalah Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, maka bisa dibilang Pahlawan kelahiran Salatiga ini sebagai Penyambung Lidah Bung Karno untuk rakyat Indonesia melalui peran dan perjuangannya."

Logo baru 70 Tahun Indonesia Merdeka (Koleksi Kaskus.co.id)

Logo baru 70 Tahun Indonesia Merdeka
(Koleksi Kaskus.co.id)

17 Agustus 1945- 17 Agustus 2015 tepat 70 Tahun perjalanan hidup bangsa Indonesia. Setiap tanggal 17 Agustus selalu dan wajib kita peringati sebagai tanggal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika kita berbicara mengenai hari kemerdekaan banyak sekali peristiwa yang berkaitan dengan hari tersebut, seperti bendera pusaka yang dijahit oleh ibu Fatmawati, perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Jepang, Peristiwa penculikan Bung Karno ke Rengasdengklok, pembacaan Teks Proklamasi, dan masih banyak peristiwa lainnya.

Pembacaan Naskah Proklamasi (Koleksi IPPHOS/ Frans Mendoer)

Pembacaan Naskah Proklamasi
(Koleksi IPPHOS/ Frans Mendoer)

 

Dalam suasana perayaan hari kemerdekaan Indonesia ini kita akan mengulas peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang terjadi tepat 70 tahun yang lalu. Bung Karno adalah tokoh utama dalam peristiwa Proklamasi tersebut, ia adalah pembaca naskah proklamasi pertama di depan umum yang dilakukan di kediamannya di jalan Pegangsaan Timur no.56, Jakarta Pusat. Peristiwa pembacaan teks proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno tidak disiarkan oleh radio secara langsung, sehingga hanya masyarakat yang berkumpul di Jalan Pegangsaan Timur saja yang dapat mendengar pembacaan Proklamasi secara langsung oleh Bung Karno. Lalu bagaimana bisa kabar Proklamasi kemerdekaan Indonesia tersiar melalui radio dan dapat tersebar di wilayah Indonesia hingga didengar oleh Dunia? Siapakah yang pertama kali membacakan teks proklamasi pada siaran radio tanggal 17 Agustus 1945?

Jusuf Ronodipuro (Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Joesoef_Ronodipoero)

Jusuf Ronodipuro
(Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Joesoef_Ronodipoero)

Jusuf Ronodipuro seorang Pahlawan kelahiran Salatiga, 30 September 1919 adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, ia bisa dibilang sebagai penyambung lidah Bung Karno. Karena dari perjuangannya menjadikan proklamasi kemerdekaan dapat di dengar luas oleh masyarakat Indonesia dan Dunia melalui siaran radio milik Jepang di Jakarta.  Pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno terjadi pada pagi hari namun tidak disiarkan oleh radio karena persiapan proklamasi yang mendadak dan pada saat itu seluruh kantor pemancar radio dijaga ketat oleh pemerintah jepang sehingga berita Proklamasi Kemerdekaan belum tersebar luas di Seluruh Indonesia.

Setelah pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno tahun 1945, Yusuf Ronodipuro saat itu masih berada di kantornya Hoso Kyoku Jakarta (Radio Militer Jepang di Jakarta), karena ia bekerja di radio tersebut. Kemudian pada hari itu muncul Syahruddin dari kantor berita Domei yang masuk ke kantor Hoso Kyoku dengan meloncat dari tembok belakang kantor. Syahruddin kemudian bertemu denganan Jusuf Ronodipuro dan menyerahkan secarik kertas yang berisi pesan dari Adam Malik yang menyebut “Harap berita terlampir disiarkan”, dan berita yang dimaksud adalah naskah proklamasi yang sudah dibacakan pukul 10 pagi oleh Bung Karno. Setelah penyerahan pesan Adam malik yang dibawa oleh Syafruddin tersebut, Yusuf Ronodipuro kemudian berunding dengan rekan-rekannya, salah satunya Bachtiar Lubis (ayah dari sastrawan Mochtar Lubis) mengingat kantor Hoso Kyoku dijaga ketat oleh militer jepang.

Bersambung ke halaman 2

Pages: 1 2

Previous YUK DOLANAN!!!
Next PARADE MONOLOG PEREMPUAN #2

You might also like

Berita 0 Comments

Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Besiswa Penuh

Bagi yang lulus SMU/K Tahun ini, bersama ini kami sampaikan Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Besiswa Penuh, yaitu: 1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan

Pendidikan 0 Comments

Posyandu Remaja Pondok Pesantren Pertama di Indonesia

Mahasiswa Undip Bersama PPTI Al-Falah Salatiga Mengadakan Posyandu Remaja Pondok Pesantren (POSE NGETREN) Pertama di Indonesia Mahasiswa Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menggagas sebuah program baru yaitu posyandu remaja

Komunitas 0 Comments

Eksistensi “Divisi Tiang Salatiga” – Komunitas Skateboard Salatiga

  Berbicara mengenai komunitas yang ada di Salatiga banyak sekali komunitas yang bermunculan tiap tahunnya, namun cukup banyak juga yang tidak bertahan lama karena berbagai macam alasan. Dalam artikel ini

2 Comments

  1. Selintas
    January 26, 17:34 Reply
    Sya sebagai warga kota Salatiga ikut berbang hati, sosok pahlawan yg berperan besar dalam perjuangan Indonesia.

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image