Pre Event Salatiga How Art You – Percussion Night

Kamis malam 28 April 2016 di Hanna Resto Salatiga terdengar gemuruh tabuhan perkusi. Malam itu merupakan malam perayaan 1 tahun berdirinya Hanna Resto. Hanna resto menggandeng Forum Seni Salatiga dengan tema Pra Acara Salatiga How Art You 2016. Tajuk acara tersebut adalah “Percussion Night”. Salah satu acara musik dengan ide dan kemasan yang segar untuk kota Salatiga, karena sebelumnya belum ada acara dengan menampilkan full perkusi di Salatiga. Dalam acara ini tidak begitu banyak penonton tetapi sangat enak untuk dinikmati.

qoriya toyyibah percussion

Acara Percussion Night ini dikelola oleh panitia Salatiga How Art You 2016 dengan menampilkan 3 kelompok perkusi yang ada dikota Salatiga yaitu Malinke Salatiga, Kampung Perkusi dan Qaryah Thayyibah Percussion. Selain sebagai acara pertunjukan perkusi, malam itu juga merupakan malam penggalangan dana untuk Salatiga How Art You.
Qaryah Thayyibah Percussion mengawali acara tersebut, tetapi terasa kurang matang dalam memainkan 2 buah lagunya. Beberapa kali harus berhenti karena kesalahan teknis dalam memainkan lagu, sehingga di awal acara terasa membosankan.

Kemudian setelah itu ada pengenalan acara How Art You 2016 oleh Nurwachid Effendi selaku ketua panitia Salatiga How Art You 2016 yang menjelaskan bahwa acara Salatiga How Art You sendiri merupakan salah satu wadah untuk seniman muda Salatiga berekspresi. Tahun ini merupakan kali kedua penyelenggaraan acara Salatiga How Art You, sebelumnya dilaksanakan di Persipda Salatiga. Salatiga How Art You 2016 ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 28 Mei 2016 di Rumah Dinas Walikota Salatiga dengan tajuk “Gugur Gunung Merti Kutho”.
qoriya toyyibah percussion perform
Disusul Malinke Salatiga sebagai penampil kedua dalam acara ini. Malinke merupakan permainan perkusi yang berasal dari Afrika barat dan terdapat 3 orang penari dalam kelompok tersebut. Menurut Gilang sebagai salah satu personil dari Malinke Salatiga, di Afrika sendiri musik perkusi Malinke merupakan musik pengiring untuk tarian, dan uniknya tarian tersebut memperagakan gerakan seperti orang sedang bercocok tanam seperti mencangkul, dll. Pertunjukan Malinke Salatiga malam itu sangat memukau penonton, musik yang disajikan sangat rancak dan rapih sehingga enak untuk dinikmati.

Penampil terakhir acara ini adalah kampung perkusi. Musik dalam kelompok ini terdengar sangat modern dengan tambahan beberapa perkusi latin seperti bongo. Lagu pertama kolaborasi dengan saxophone kemudian dua buah lagu berikutnya dimainkan dengan iringan minus one. Salah satu warna berbeda dengan 2 kelompok perkusi yang lain.

Sesi terakhir acara ini adalah sesi jamming oleh semua pemain malam itu dengan memainkan lagu Rasa Sayange yang dikemas secara apik walau hanya mengandalkan improvisasi di panggung.

Durasi 2 ½ jam acara malam tidak terasa lama, sepertinya cepat dan belum puas untuk menikmatinya. Walau hanya 3 kelompok yang tampil tetapi tidaklah membosankan karena mempunyai warna yang berbeda dari masing-masing kelompok. Pada Akhir acara masih ada dadakan stand up comedy dari pengunjung yang tiba-tiba minta waktu untuk tampil dalam stage tersebut. Semoga kedepannya masih tetap berlangsung acara perkusi di Salatiga dan menjadi lebih baik dan lebih matang dari Malam itu. BRAVO PERKUSI!!! – RB

Previous JazzRock Guitar Clinic with Alit Sinyo - Serikat Gitaris Salatiga
Next Pidato Anies Baswedan - Hari Pendidikan Nasional 2016

You might also like

2015 0 Comments

YUK DOLANAN!!!

YUK DOLANAN!!! – “Pameran dan Peragaan Dolanan Nusantara” Pameran dolanan anak-anak tradisional yang mengingatkan kita pada masa kecil yang sekarang sudah jarang kita temui, juga mengenalkan dolanan anak masa lalu.

Acara 0 Comments

Wisata Sejarah Bangunan Tua di kota Salatiga

Salatiga, 11 Desember 2011. Komunitas Kampoeng Salatiga dan mahasiswa FKIP Sejarah UKSW, bekerja sama menyelenggarakan acara Observasi sejarah yang diberi tema “Salatiga Kota Klasik”.  Siang itu, sekitar kurang lebih 80

Seni dan Budaya 0 Comments

Kuda Lumping Krido Utomo

Salah satu kesenian tradisional yang hingga saat ini masih lestari di kawasan Salatiga dan sekitarnya adalah ‘reog’. Umumnya Reog diselingi pula dengan tarian kuda lumping serta beberapa tarian lain semisal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image