September Ceria

Uwit Art Space – Sebuah komunitas seni di Salatiga yang terletak di jl. Suropati Gang I no.565 B, Salatiga pada 9 – 11 September 2016 mengelar sebuah pameran dan perform. Acara yang bertajuk September Ceria ini merupakan soft lounching dibukanya Uwit Art Space sebagai salah satu art space di Salatiga.

Puhanayu Putri, Titus Adi Putra, Bram Kusuma, Agus Munawar, Wahyu Setiyawan, Greg Sidharta Raprika Angga (alm) dan bengkel woodwork merupakan perupa Salatiga yang menampilkan karyanya dalam acara ini.

 

 

Secara karya dan media juga beragam, drawing, lukis, komik, digital art, fotografi tindes art dan instalasi. Menariknya instalasi yang disuguhkan oleh Bengkel Woodwork merupakan alat musik suling, siter dan sape’. Perform dari dua seniman yaitu Novia Lestari (Teater) dan Raprika Bangkit (musik) yang juga sebagai pengurus Uwit Art Space itu sendiri.

Pembukaan acara diawali dengan opening ceremony dari tamu undangan yaitu Tlatah Bocah yang membawakan tari yang sekaligus sebagai doa pembukaan acara dan pembukaan Uwit Art Space. Tema yang diusung Tlatah Bocah sangat menarik, yaitu rasa syukur dan doa kepada Sang Khalik melalui media tarian yang dulu sering dilakukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Tarian ini pas sekali dengan moment acara ini, sebagai doa untuk mengawali langkah Uwit Art Space sebagai salah satu art space di Salatiga. Dilanjutkan dengan sambutan oleh presiden Uwit Art Space dan penguntingan pita oleh Bapak Bambang Priyanto sebagai pemilik Uwit Art Space. Setelah itu dilanjutkan perform oleh Tlatah Bocah, Novia Lestari. Kemudian ditutup oleh Sambilalu, band dengan genre folk.

September Ceria hari #2

Hari Kedua September Ceria menyuguhkan workshop Tindes Art oleh Wahyu Setiyawan “titikecil” dan Rasyid Ridho serta Cross Hutching oleh Greg Sidharta. Workshop ini banyak diikuti oleh anak-anak di lingkungan sekitar Uwit Art Space dan sebagai sarana berbagi ilmu pengetahuan di lingkungan sekitar Uwit Art Space.

 

Selain itu juga diikuti oleh pengunjung  Uwit Art Space. Workshop dimulai pukul 15:30 dengan suasana yang santai, sederhana terasa seperti bermain tetapi sambil belajar. Workshop ini berjalan cukup lancar dengan hasil yang cukup memuaskan dan workshop berakhir saat adzan mahgrib berkumandang.

September Ceria hari #3

Hari ketiga merupakan acara penutupan September Ceria. Acara dimulai dengan perform solo sape’ oleh Raprika Bangkit kemudian Nyala, musikalisasi puisi yang mengabungkan musik etnis, teater dan tari yang di prakarsai Raprika Bangkit ikut mementaskan karyanya di acara penutupan September Ceria. Setelah itu ditutup dengan jamming musik dari Bengkel Woodwork dan pengunjung Uwit Art Space.

Selama 3 hari acara Uwit Art Space juga menyediakan kedai sederhana bernama “Kedai Kejujuran”. Tampak kursi dan meja yang di tata rapi di halaman depan art space, sehingga pengunujung dapat menikmati Secangkir kopi, teh hangat dan beberapa macam cemilan sembari menyaksikan pertunjukan, ngobrol dan atau bertukar ide kreatif.

 

Diberi nama “Kedai Kejujuran” karena kedai tersebut hanya menyediakan bahan minuman dan beberapa cemilan lalu pengunjung dapat membuatnya sendiri sesuai selera dan membayarnya dengan harga yang sudah tercantum di papan keterangan dengan memasukannya kedalam sebuah wadah. “Buat Sendiri, ambil sendiri dan bayar sendiri”, kata manager Uwit Art Space.

Mungkin September Ceria bukanlah sebuah pameran yang besar dan dengan konsep pameran yang tidak seperti pameran seni rupa pada umumnya karena terkesan lebih “cozy” untuk sebuah pameran. Begitulah Uwit Art Space mengemasnya Sederhana, Santai, belajar bersama dengan cara berbagi sehingga dapat menyebarkan semangat positif kepada sesama.

Tidak hanya berhenti disini Uwit Art Space juga berharap untuk selalu memiliki program yang berkelanjutan. “Tidak hanya terbatas untuk seni rupa saja namun Uwit Art Space juga terbuka untuk seni apapun, asal seni itu bertujuan untuk seni itu sendiri”, kata presiden Uwit Art Space.

Sebuah pemicu kegiatan kesenian bertajuk September Ceria dari sebuah wadah berkesenian bernama Uwit Art Space. (setopriyatmoko)

 

Foto : Dokumentasi pribadi.

Previous SMA Kr SATYA WACANA Salatiga Juara Baru “DBL” North Region, Central Java Series
Next Membongkar Konspirasi Perayaan 4 Abad VOC dan Peringatan Kolonial Sentiling (Bag 1)

You might also like

Seni dan Budaya 0 Comments

Kandhang Galeri – Museum karya Raprika Angga

Kandhang Galeri merupakan salah satu galeri yang ada di kota Salatiga. Galeri ini terletak di kampung Togaten Pasarsapi tepatnya di Jl. Suropati gang I/565 B Mangunsari, Salatiga. Awalnya ide untuk

Seni dan Budaya 0 Comments

Drum Blek “Laskar Patimura” Salatiga

Drum blek. Sebuah kesenian musik dengan peralatan yang sangatlah sederhana, Tong, bambu serta kemasan kaleng ditabuh dengan iraman yang unik. Kesederhanaan drum blek itu  menarik perhatian bagi masyarakat kota Salatiga

SASI KIRANA “ASMARADANA”

SASI KIRANA merupakan sebuah komunitas yang rutin mengadakan kegiatan pada setiap tanggal 15 menurut penanggalan kalender Jawa. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah diskusi tentang tembang macapat (sastra jawa yang dinyanyikan

2 Comments

  1. Merlin
    March 01, 04:43 Reply
    Kalo mau join bisa kak? Gimana?
    • Kota Salatiga
      March 02, 09:57 Reply
      Silahkan datang ke Uwit Art Space jl. Suropati Gang I no.565 B ( daerah Pasar Sapi) atau kontak 0856-2998-7597 . Akhir bulan maret ini sepertinya ada pameran lagi di Uwit.

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image