Usaha Turun – Temurun “Karak Pak Kardi”

Siapa yang tak kenal kerupuk, pelengkap makan yang sebagian besar penduduk Indonesia menyukainya. Bahkan ada yang tak bisa makan kalau tidak ada kerupuk. Nah, yang satu ini sejenis kerupuk yaitu karak. Karak adalah salah satu pelengkap makan yang biasanya sering kita jumpai di warung soto dan tahu campur. Namun, kita tidak dapat menjumpai karak di setiap kota. Salah satu kota yang memproduksi karak adalah Salatiga,  tepatnya di desa Pancuran.

Karak Pak Kardi

Ketika kita memasuki desa Pancuran, kita sudah disuguhi pemandangan dimana karak – karak  yang masih mentah dijemur sampai kering. Meski Pancuran merupakan pemukiman  padat penduduk, namun para pembuat karak tidak kehabisan akal untuk menjemurnya di genting dan membuat anyaman bambu di atas kali khusus untuk menjemur karak tersebut.

Bapak Sukardi dan Ibu Waginah adalah kakak beradik yang tekun menjalani usaha karak selama berpuluh – puluh tahun. Usaha turun temurun ini sudah 50 tahun berdiri, dan kini karak tersebut dikenal dengan nama “ Karak Pak Kardi”.

Setiap harinya, kira – kira ½ kwintal karak diproduksi. Sayangnya, Pak Kardi dan Ibu Waginah tidak mempunyai kios khusus untuk memajang dan menjual karak – karak tersebut. Mereka hanya menjual kepada para pelanggan dan agen – agen yang memasok karak – karak tersebut ke toko – toko langganan. Dan ternyata, usaha karak Pak Kardi ini sudah bisa mempekerjakan 5 orang pekerja yang berasal dari kota Salatiga sendiri.

Ada pun kendala dalam pembuatan karak seperti cuaca yang tak menentu seperti angin dan hujan yang dapat membuat karak – karak tersebut hancur dan busuk. Karena tak mau rugi terus – terusan, mereka mengatasi hal tersebut dengan membuat ruangan khusus untuk memanasi karak – karak tersebut dalam ruangan.

Keistimewaan karak Pak Kardi ini selain rasanya yang gurih, adalah empuk dan tebal. Banyak orang – orang yang datang dari luar kota seperti Semarang untuk membeli karak Pak Kardi sebagai oleh – oleh. Harganya pun terjangkau untuk berbagai kalangan, yakni Rp 15.000,-/50 biji untuk ukuran yang besar dan Rp 10.000,-/50 biji untuk ukuran yang kecil. Jika ingin membeli karak Pak Kardi, kita bisa datang langsung ke tempat produksinya langsung ke Jln. Dwi Tirto Rt 12 desa Pancuran dan melihat cara pembuatannya. (TR)

Previous Komunitas VW (VolksWagen) Salatiga
Next Enting - Enting Gepuk Arya Mas Salatiga

You might also like

Hampra Fest.2017

  Hampra Fest. 2017 akan kembali hadir di Kota Salatiga Hampra Fest. yang sudah memasuki tahun kedua ini mengusung tema “Gipsy”. Dengan menghadirkan tema bernuansa pasar malam jalanan, yang diharapkan

Artikel 0 Comments

Spesial Sambel Tumpang Koyor

“Spesial Sambel Tumpang Koyor, Rasane Mak Nyuss Tenan….”          Jalan-jalan kurang lengkap rasanya bila tidak mencoba kuliner khas. Sambel tumpang salah satu makanan khas kota Salatiga. Salah satu

Artikel 0 Comments

Sinergi Pembangunan Pasar Tradisional-Modern

Semangat sinergi program pembangunan daerah bagi masyarakat kecil telah tertuang dalam UU 32/2004. Asas otonomi dan tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply


CAPTCHA ImageReload Image